Monday, January 7, 2019

Solusi Terbaik untuk Mengatasi Ayam Bloiler yang Slowgrowth/kerdil

Central Brooding
Apa yang akan kita lakukan jika ayam bloiler yang anda pelihara saat ini mengalami pertumbuhan yang lambat ?

Ayam kerdil atau biasa dikenal sebagai Sindroma kekerdilan cukup banyak di keluhkan dan membuat resah para kalangan peternak akibat ketidak seragaman ukuran ayam yang di peliharanya. Menurut kami pada saat doc tiba kondisinya terlihat seragam, tetapi setelah ayam mulai menginjak usia di atas 14 hari, baru terlihat adanya ayam yang terlambat pertumbuhannya.


Kebanyakan para peternak beropini bahwa penyebab yang menyebabkan ayamnya tidak seragam seperti karena doc, multistrain dalam satu kandang, kurang peralatan makan dan minum, kepadatan ayam dalam kandang dan penyakit coccidiosis, kami sudah dapat mengatasinya di lapangan. Tetapi untuk sindroma kekerdilan atau runting and stunting syndrome, para peternak masih meraba-raba penyebabnya, karena kejadian di lapangan kadang ada dan kadang tidak ada atau hilang dengan sendirinya. 

Syndrom kekerdilan di definisikan sebagai : Sekelompok ayam (umumnya terjadi 5-40% populasi ) yang mengalami laju pertumbuhan yang kurang pada kisaran usia 4-14 hari. Dimana setelah pada awalnya pertumbuhan tertekan, kemudian kembali normal, tetapi tetap lebih kecil dari yang normal.

Penyebab Sindroma KekerdilanAda beberapa faktor yang menjadi penyebabnya yaitu : Penyebab berasal dari penyebab berasal dari penetasan atau hatchery, penyebab berasal dari manajemen produksi, penyebab berasal dari pakan atau nutrisi, dan Penyebab berasal dari Lingkungan.

1. Penyebab berasal dari Pembibitan.

Beberapa hal yang berasal dari Pembibitan yang dapat menyebabkan doc yang dihasilkan mengalami sindroma kekerdilan antara lain :

Telur tetas kecil (telur tetas yang berasal dari usia induk yang masih terlalu muda Maternal antibodi Reo-virus yang diturunkanrendah, padahal DOC perlu Maternal Antibodi yang tinggi Akan lebih parah apabila induknya positif Salmonella enteritidis Walaupun demikian kekerdilan bukan merupakan penyakit yang diturunkan

2. Penyebab berasal dari Penetasan / Hatchery.

Beberapa hal yang berasal dari Penetasan / Hatchery yang dapat menyebabkan doc yang dihasilkan mengalami sindroma kekerdilan antara lain :
  • Waktu penyimpanan telur tetas yang terlalu lama
  • Tidak dilakukannya grading telur tetas yang akan dimasukkan ke mesin tetas
  • Bercampurnya telur tetas yang berasal dari usia induk yang sangat jauh berbeda
  • Terlalu lama proses penanganan di ruang seleksi sehingga doc mengalami stress
  • Kurang representatifnya alat angkut doc (chick van) dari Hatchery ke Peternak / kandang pemeliharaan.


3. Penyebab berasal dari Manajemen

ProduksiManajemen Produksi juga dapat menjadi penyebab terjadinya sindroma kekerdilan seperti : Biosecurity yang buruk Farm terdiri dari beberapa usia (multi ages) Kurang baiknya kualitas doc yang dipelihara Penanganan doc yang kurang baik terutama waktu periode brooding Cara pemberian, kualitas dan kuantitas pakan yang diberikan tidak benar.

INGAT . . .!!
APAPUN YANG KITA LAKUKAN DIKANDANGPATOKANNYA ADALAHPRILAKU AYAM BUKAN HARI, UMUR ATAU KEBIASAAN

4. Penyebab berasal dari Pakan / Nutrisi

Kandungan yang terdapat pada pakan jika kurang atau berlebihan kadang menimbulkan pertumbuhan yang kurang baik bagi ayam yang dipelihara misalnya :

  • Gejala sering seperti ayam yang terserang mycotoxicosis, khususnya Aflatoxicosis.
  • Penggunaan Bungkil Kacang Kedelai yang berkualitas rendah.
  • Penggunaan Canola Meal dan Protein Hewani lebih daripada 8%.
  • Tidak ada atau rendahnya kandungan Natrium (khusus di wilayah Asia).
  • Penggunaan vitamin yang kurang, khususnyapada pakan Breeder.


5. Penyebab berasal dari Lingkungan.

Menempatkan ayam pada kondisi lingkungan yang kurang kondusif akan juga mengakibatkan ayam terkena sindroma kekerdilan, seperti :

  • Lingkungan kandang yang bersuhu dan kelembaban terlalu tinggi.
  • Lingkungan kandang yang terlalu padat populasi ayamnya dan terdiri dari berbagai usia.
  • Lingkungan kandang merupakan daerah endemik penyakit yang bersifat imunosupresif.

Gejala fisik penyakit kerdil ayam antara lain adalah sebagai berikut ;

  1. Berat badan anak ayam jauh lebih rendah dibandingkan anak ayam yang normal / sehat
  2. Tungkai bulu sayap primer patah.
  3. Bulu-bulunya seperti baling-baling
  4. Bertahannya warna kuning pada bulu dibagianbawah kepala sampai umur30 hari.
  5. Penurunan kepadatan tulang kerangka
  6. Pada kasus yang ekstrim ayam yang sakit mengalami patah tulang paha sehingga ayam malas berjalan
  7. Kotoran berwarna kuning, lembek serta menunjukkan adanya partikel biji-bijian yang tidak dicerna
  8. Pertumbuhan bulu abnormal
  9. Terjadi peradangan pada proventikulus dan usus, pengecilan organ pankreas, thymus dan bursa fabricus.


Beberapa upaya berikut ini bisa dilakukan untuk meminimalisir penularan penyakit kerdil ayam ;

  1. Anak ayam yang menunjukkan gejala terinfeksi penyakit kerdil segera dikeluarkan dari kandang dan ditempatkan pada kandang terpisah. Dengan pemisahan ayam-ayam yang sakit diharapkan dapat mengurangi penularan virus secara horisontal (penularan antara anak ayam). Namun demikian tindakan pengafkiran atau pemusnahan terhadap ayam kerdil dipandang lebih ekonomis dan efektif.
  2. Peningkatan sanitasi, pemberian desinfektan yang mengandung Lysol 2% atau formalin 3% dan memperhatikan kepadatan kandang diharapkan dapat mengurangi jumlah ayam yang sakit.
  3. Peternakan melalukan sistem all-in,all-out. Pada saat peternak memasukkan DOC, untuk persiapan kedatangan DOC, persiapan brooding harus sudah siap meliputi chick guard, pemanas, tirai dalam, tirai luar, tempat pakan, tempat minum. Bila kandang panggung maka seluruh lantai harus ditutup. Chick guard berdiameter 3 m untuk 750 ekor. Pemanas dinyalakan 2 jam sebelum DOC datang.
  4. Perhatikan suhu brooding setiap saat terutama pada dini hari saat suhu terdingin yaitu sekitar jam 2 malam/pagi, dan pada siang hari saat suhu terpanas yaitu antara jam 11-14. Bila kontrol suhu dapat dilakukan dengan baik maka anak ayam akan merasa nyaman. Tidak terlalu panas atau dingin sehingga dapat makan dan minum dengan baik.
  5. Untuk mengatasi permasalahan kekerdilan pada ayam dengan kondisi lingkungan sangat dingin, pemanas harus kuat. Pada dua minggu pertama suhu brooding paling rendah 29 derajatCelsius, paling tinggi 35 derajat Celsius. Sedangkan pada minggu keempat, kelima sebesar 33 derajat Celsius.

Ada tips jitu lain yang bisa peternak lakukan jika kekerdilan pada ayam broiler sudah terjadi, yaitu:

  1. Memisahkan ayam broiler yang mengalami kekerdilan dengan ayam broiler yang normal. Pemisahkan ini bertujuan supaya ayam broiler yang kerdil tidak harus bersaing dengan ayam yang lain yang lebih besar untuk mendapatkan pakan dan minum, sehingga asupan nutrisi mereka terpenuhi. Pemisahan yang dilakukan juga untukmenghindari penularan penyakit jika ternyataayam broilermemiliki penyakit kekerdilan yang menular.
  2. Jika sudah dipisahkan namun ayam broiler tidak mengalami perubahan maka peternak bisa memberikannya kepada anak kecil untuk hewan peliharaan mereka. Ingat,ayam broileryang kerdil membutuhkan perawatan, pengobatan dan pakan yang lebih banyak untuk membuatnya sama dengan yang lain. 

INGAT . . .!!
APAPUN YANG KITA LAKUKAN DIKANDANGPATOKANNYA ADALAHPRILAKU AYAM BUKAN HARI, UMUR ATAU KEBIASAAN

Ruby Roman, Jadi Anggur Termahal di Dunia Seharga Ratusan Juta

 Ruby Roman Dalam sebuah lelang di Jepang, sejumlah anggur yang dianggap sebagai simbol status sosial ini dibeli dengan harga ya...